Apakah anda mengenal Elizabeth Gillbert?
Seorang novelis berjudul “Eat, Pray, Love” yang karyanya laris di
pasaran. Saat perjalanannya di Ubud, ia menceritakan semua keindahan
yang didapatnya di Ubud ke dalam novel tersebut. Novel ini bercerita
tentang pengalamannya selama lebih dari satu tahun tinggal di Italia,
India dan Indonesia dalam usaha mencari keseimbangan batin dan pemenuhan
spiritual dalam kehidupan. Dan semua itu berhasil ia dapatkan selama
berada di Bali. Pulau ini telah memikat hati Elizabeth Gilbert karena
kekayaan alam, budaya dan masakan khas yang menakjubkan. Dan yang lebih
membahagiakannya lagi, di Bali lah akhirnya sang novelis berhasil
menemukan cinta sejatinya.
Dari Ubud lah dia memulai petualanganya
di Bali. Dengan bantuan dari temannya, Wayan yang merupakan seorang
tabib tradisional di Bali, dan seorang pemuka agama Hindu Bali bernama
Ketut Liyer, Liz menemukan kembali kehidupan cintanya. Tinggal di tempat
yang dikelilingi pemandangan yang hijau nan subur, hidup menyatu dengan
orang-orang lokal Ubud, Liz telah belajar bagaimana cara menemukan
keseimbangan dan makna hidup yang sebenarnya.
Anda yang ingin merasakan hal serupa, bisa mencoba apa yang dilakukan Liz dengan melakukan hal-hal berikut.
Pengasingan diri anda di Ubud akan
dimulai sesaat setelah anda membongkar tas di penginapan yang anda
pilih, tepat seperti yang Liz lakukan. Ia menenangkan tubuh, pikiran dan
jiwanya di kamarnya yang dikelilingi pemandangan indah yang begitu
menentramkan dan kemudian bertemu dengan penduduk setempat yang ramah.
Mereka akan membantu Anda selama kunjungan Anda di Aali, salah
satu keramahan Ubud.
Kegiatan yang paling populer disini salah
satunya adalah berjalan-jalan di Jalan Raya Ubud dan Istana Ubud yang
memang tempat perhentian yang menarik. Anda mungkin tak ingin
mengedipkan mata saat menatap hijaunya sawah di Tegallalang. Menghirup
aroma udara yang sejuk, merasakan angin meraba kulit dan
dihinggapi kupu-kupu yang cantik di tubuh Anda.
Menikmati keelokan budaya lokal dengan
melihat pertunjukkan Tari Kecak atau melihat beberapa karya seni lokal
yang tak kalah bagusnya di salah satu galeri yang menyimpan banyak
koleksi seni lokal, seperti galeri Antonio Blanco atau di Galeri Biasa.
Jika Anda datang di waktu yang tepat,
bisa jadi anda akan beruntung untuk mendapatkan kesempatan melihat
berbagai festival atau upacara. Jangan ragu untuk meminta informasi dari
penduduk setempat mengenai kegiatan ini. Nikmati kehidupan sehari-hari
yang santai dan melihat bagaimana warga Bali hidup tetap setia dalam
spiritualitas mereka, seperti Ketut Liyer (Tabib yang mendorong Liz
untuk jatuh cinta lagi).
Meditasi sangat baik untuk pikiran dan
jiwa. Cobalah untuk melakukannya saat anda berada di sekitar Ubud dan
belajarlah untuk hidup santai serta merasakan hidup seperti yang Liz
lakukan dalam perjalanannya. Suatu saat Anda pasti merasa rindu dan
ingin kembali lagi untuk bernostalgia dengan pengalaman-pengalaman indah
yang didapatkan selama di Ubud.
Mencari penginapan
yang bisa memenuhi kebutuhan selama di Ubud dalam tyujuan mencari
ketenangan dan kedamaian sangatlah mudah, karena kebanyakan hotel di
Ubud memiliki konsep menyatu dengan alam di Ubud namun tetap modern.
Salah satunya adalah Komaneka at Bisma, hotel di Ubud yang berlokasi di
lereng bukit. Komaneka at Bisma menampilkan pemandangan jernih menghadap
Sungai Campuhan, perkebunan kelapa, dan sawah. Hotel di Ubud ini
memiliki 2 kolam renang outdoor, restoran, dan spa.
Kamar-kamar hotel di Ubud ini dilengkapi
dengan balkon pribadi, tempat dimana anda bisa menikmati pemandangan
alam dengan suasana yang tenang dari kursi santai yang telah disediakan.
Setiap kamar dilengkapi dengan TV layar datar besar dan pemutar DVD.
Kamar mandi yang luas memiliki bathtub dan shower kaca tertutup yang
terpisah.
Anda bisa berolahraga di pusat kebugaran
atau menikmati bacaan dengan tenang di area perpustakaan yang semuanya
disediakan hotel di Ubud ini. Wi-Fi tersedia gratis di seluruh resor,
yang juga menyediakan parkir pribadi gratis. Hidangan khas Indonesia
disajikan di restoran mewah hotel.
Komaneka at Bisma berjarak sekitar 30 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai.






0 komentar:
Posting Komentar