Kamis, 21 Agustus 2014

Menenangkan Diri di Tengah Hijaunya Alam Ubud

Apakah anda mengenal Elizabeth Gillbert? Seorang novelis berjudul “Eat, Pray, Love” yang karyanya laris di pasaran. Saat perjalanannya di Ubud, ia menceritakan semua keindahan yang didapatnya di Ubud ke dalam novel tersebut. Novel ini bercerita tentang pengalamannya selama lebih dari satu tahun tinggal di Italia, India dan Indonesia dalam usaha mencari keseimbangan batin dan pemenuhan spiritual dalam kehidupan. Dan semua itu berhasil ia dapatkan selama berada di Bali. Pulau ini telah memikat hati Elizabeth Gilbert karena kekayaan alam, budaya dan masakan khas yang menakjubkan. Dan yang lebih membahagiakannya lagi, di Bali lah akhirnya sang novelis berhasil menemukan cinta sejatinya.
Dari Ubud lah dia memulai petualanganya di Bali. Dengan bantuan dari temannya, Wayan yang merupakan seorang tabib tradisional di Bali, dan seorang pemuka agama Hindu Bali bernama Ketut Liyer, Liz menemukan kembali kehidupan cintanya. Tinggal di tempat yang dikelilingi pemandangan yang hijau nan subur, hidup menyatu dengan orang-orang lokal Ubud, Liz telah belajar bagaimana cara menemukan keseimbangan dan makna hidup yang sebenarnya.
Anda yang ingin merasakan hal serupa, bisa mencoba apa yang dilakukan Liz dengan melakukan hal-hal berikut.
Pengasingan diri anda di Ubud akan dimulai sesaat setelah anda membongkar tas di penginapan yang anda pilih, tepat seperti yang Liz lakukan. Ia menenangkan tubuh, pikiran dan jiwanya di kamarnya yang dikelilingi pemandangan indah yang begitu menentramkan dan kemudian bertemu dengan penduduk setempat yang ramah. Mereka akan membantu Anda selama kunjungan Anda di Aali, salah satu keramahan Ubud.
Kegiatan yang paling populer disini salah satunya adalah berjalan-jalan di Jalan Raya Ubud dan Istana Ubud yang memang tempat perhentian yang menarik. Anda mungkin tak ingin mengedipkan mata saat menatap hijaunya sawah di Tegallalang. Menghirup aroma udara yang sejuk, merasakan angin meraba kulit dan dihinggapi kupu-kupu yang cantik di tubuh Anda.
Hotel di Ubud
Tegallalang Ubud
Menikmati keelokan budaya lokal dengan melihat pertunjukkan Tari Kecak atau melihat beberapa karya seni lokal yang tak kalah bagusnya di salah satu galeri yang menyimpan banyak koleksi seni lokal, seperti galeri Antonio Blanco atau di Galeri Biasa.
Jika Anda datang di waktu yang tepat, bisa jadi anda akan beruntung untuk mendapatkan kesempatan melihat berbagai festival atau upacara. Jangan ragu untuk meminta informasi dari penduduk setempat  mengenai kegiatan ini. Nikmati kehidupan sehari-hari yang santai dan melihat bagaimana warga Bali hidup tetap setia dalam spiritualitas mereka, seperti Ketut Liyer (Tabib yang mendorong Liz untuk jatuh cinta lagi).
Meditasi sangat baik untuk pikiran dan jiwa. Cobalah untuk melakukannya saat anda berada di sekitar Ubud dan belajarlah untuk hidup santai serta merasakan hidup seperti yang Liz lakukan dalam perjalanannya. Suatu saat Anda pasti merasa rindu dan ingin kembali lagi untuk bernostalgia dengan pengalaman-pengalaman indah yang didapatkan selama di Ubud.
Hotel di Ubud
Komaneka at Bisma
Mencari penginapan yang bisa memenuhi kebutuhan selama di Ubud dalam tyujuan mencari ketenangan dan kedamaian sangatlah mudah, karena kebanyakan hotel di Ubud memiliki konsep menyatu dengan alam di Ubud namun tetap modern. Salah satunya adalah Komaneka at Bisma, hotel di Ubud yang berlokasi di lereng bukit. Komaneka at Bisma menampilkan pemandangan jernih menghadap Sungai Campuhan, perkebunan kelapa, dan sawah. Hotel di Ubud ini memiliki 2 kolam renang outdoor, restoran, dan spa.
Kamar-kamar hotel di Ubud ini dilengkapi dengan balkon pribadi, tempat dimana anda bisa menikmati pemandangan alam dengan suasana yang tenang dari kursi santai yang telah disediakan. Setiap kamar dilengkapi dengan TV layar datar besar dan pemutar DVD. Kamar mandi yang luas memiliki bathtub dan shower kaca tertutup yang terpisah.
Anda bisa berolahraga di pusat kebugaran atau menikmati bacaan dengan tenang di area perpustakaan yang semuanya disediakan hotel di Ubud ini. Wi-Fi tersedia gratis di seluruh resor, yang juga menyediakan parkir pribadi gratis. Hidangan khas Indonesia disajikan di restoran mewah hotel.
Komaneka at Bisma berjarak sekitar 30 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

0 komentar:

Posting Komentar